Hubungan Antara Bahasa dan Berpikir

Bahasa merupakan media manusia berpikir secara abstrak dimana objek-objek faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol bahasa yang abstrak. Sedangkan berpikir adalah upaya untuk mengasosiasikan kata dan konsep untuk mendapatkan satu kesimpulan melalui media bahasa. 

Pendapat para ahli mengenai keterkaitan antara bahasa dan berpikir: 
  1. Bahasa mempengaruhi pikiran
    Pemahaman terhadap kata mempengaruhi pandangannya terhadap realitas. Pikiran dapat terkondisikan oleh kata yang manusia gunakan (Benyamin Whorf & E. Shapir) 
  2. Pikiran mempengaruhi bahasa
    Perkembangan aspek kognitif anak akan mempengaruhi bahasa yang digunakannya. Semakin tinggi aspek tersebut semakin tinggi pula bahasa yang digunakannya (Jean Piaget) 
  3. Bahasa dan pikiran saling mempengaruhi
    Kata-kata adalah bentuk pemberian pakaian pada realita faktual yang terjadi secara nyata. Pemberian ini dipengaruhi oleh faktor subjektifitas, kebudayaan dan individu (Benyamin Vigotsky). 
Dari beberapa pendapat di atas, maka menurut hemat saya, bahwa bahasa mempengaruhi cara berpikir manusia. Asumsinya bahwa bahasa mempengaruhi cara pandang manusia terhadap dunia, serta mempengaruhi pikiran individu pemakai bahasa tersebut. Selain itu, pikiran manusia ditentukan oleh sistem klasfikasi dari bahasa tertentu yang digunakan manusia. Sebagai contoh dunia mental orang Indonesia berbeda dengan dunia mental orang Inggris, hal ini disebabkan karena mereka menggunakan bahasa yang berbeda sehingga memungkinkan cara berpikir mereka pun berbeda.