Tentang UU Trotoar Hak Milik Pejalan Kaki

Trotoar adalah tempat berjalan bagi orang yang tidak menggunakan kendaraan, trotoar sering di salahgunakan para pedagang kaki lima untuk berjualan tentunya ini sangatlah mengganggu kenyamanan para pejalan kaki. Tidak sedikit para pengendara sepeda motor dan angkutan kota mepet-mepet ke pinggir trotoar sehingga pejalan kaki tersenggol karena pejalan kaki tidak berjalan ditrotoar.

Hak pejalan kaki telah diatur dengan jelas dalam Undang-Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan No. 22/2009. 
  1. Pasal 25 ayat 1 “Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa : fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki, dan penyandang cacat.”
  2. Pasal 93 ayat 2 “Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan pemberian prioritas keselamatan dan kenyamanan Pejalan Kaki.”
  3. Pasal 106 ayat 2 “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda.”
Apakah ada denda atau sanksi bagi pelanggar? telah jelas dalam Undang-Undang Lalulintas dan Angkutan Jalan No. 22/2009 pasal 284
  1. Pasal 284 “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).”
Lalu siapa yang salah:
  1. Pedagang kah?
  2. Atau pemerintah?
  3. Atau kedunya?
Jawabannya sudah jelas, tinggal melaksanakan apa yang telah direncanakan undang-undangan. Undang-undang bukan hanya sekedar hiasan dan bukan hanya untuk kepentingan pribadi.