Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


A. LATAR BELAKANG PENELITIAN 

Mempelajari bahasa tidak kalah pentingnya dengan mempelajari ilmu lainnya. Bahasa memiliki peranan yang sangat penting untuk semua bidang karena dengan bahasa kita bisa berkomunikasi dan mengungkapkan apa yang kita maksud. Salah satu bahasa internasional yaitu bahasa Arab, selain bahasa internasioanal bahasa Arab juga adalah bahasa wahyu yang mendapat kemulian dari Allah SWT, bahasa Arab adalah bahasa yang dipilih Allah SWT melalui Alquran yang diberikan kepada seluruh umat manusia. 

Muhadatsah (percakapan) adalah metode pembelajaran bahasa Arab melalui percakapan dengan lawan bicara dikelas, baik siswa dengan guru atau siswa dengan siswa. Melalui metode muhadatsah ini, diharapkan siswa dapat melafalkan kata perkata secara fasih dan mampu menyusun kalimat dengan baik dan benar sehingga dapat dipahami lawan bicara. 

Keberanian siswa untuk tidak takut salah sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan kegiatan muhadatsah. Oleh karena itu para guru diharapkan dapat memberikan motivasi kepada siswa agar mereka berani bermuhadatsah. 

Masalah yang sering ditemukan di sekolah-sekolah untuk pembelajaran bahasa Arab khususnya pada siswa kelas X  SMA Islam ----  adalah sebagian siswa jarang hadir pada mata pelajaran bahasa Arab, dibuktikan dengan hasil pengamatan dari 40 siswa hanya 60% yang aktif mengikuti pembelajran bahasa Arab, bisa jadi ini karena kurangnya motivasi terhadap siswa. Dan prestasi yang di raihpun sangat rendah nilai rata-rata untuk kelas X SMA Islam ---- adalah 60 berarti masalah ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa mengenai keterampilan belajar bahasa Arab belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai rata-rata 80 yang sudah ditetapkan. 

Dalam masalah ini maka perlu adanya Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terhadap mata pelajaran bahasa Arab, dalam hal ini peneliti mengangkat topik “Penerapan Metode Muhadatsah Untuk Meningkatkan Motivasi Siswa kelas X Di  SMA Islam ---- dalam Berlatih Berbicara Bahasa Arab”. Dengan metode Muhadatsah ini diharapkan motivasi siswa terhadap bahasa Arab khususnya untuk trampil berbicara bahasa Arab meningkat. 


B. RUMUSAN MASALAH 

Melihat dari latar belakang, peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 
  1. Apa tujuan metode Muhadatsah di kelas X  SMA Islam ---- ? 
  2. Bagaimana proses belajar bahasa Arab dengan penerapan metode Muhadatsah siswa kelas kelas X  SMA Islam --- ? 
  3. Bagaimana hasil dari penerapan metode Muhadatsah siswa kelas  SMA Islam --- ? 
C. CARA PEMECAHAN MASALAH 

Cara memecahkan masalah yang akan digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah penerapan metode “muhadatsah”. Dengan metode ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam belajar bahasa Arab siswa kelas X  SMA Islam ----  . Alasan menerapkan metode ini karena metode muhadatsah merupakan metode yang paling baik karena melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap dalam bahasa Arab, terampil berbicara dalam bahasa Arab mengenai kejadian apa saja dalam masyarakat dan dunia internasional, mampu menerjemahkan percakapan orang lain dan menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab dan Al Quran sehingga timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya. 


D. HIPOTESIS TINDAKAN 

Jika metode “Muhadatsah” diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab, maka dapat meningkatkan motivasi siswa dalam berlatih berbicara bahasa Arab di kelas X   SMA Islam ---  . 

E. TUJUAN PENELITIAN 

Berdasarkan perumusan masalah, maka tujuan peneiliti adalah 
  1. Mengetahui tujuan metode Muhadatsah di kela  SMA Islam --- . 
  2. Untuk mengetahui proses belajar bahasa Arab dengan penerapan metode Muhadatsah siswa kelas kelas X  SMA Islam --- . 
  3. Untuk mengetahui hasil dari penerapan metode Muhadatsah siswa kelas X  SMA Islam ---. 
F. MANFAAT PENELITIAN 

Hasil penelitian ini diharapkan memiliki dua kegunaan: 
  1. Secara akademis, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pengembangan ilmu pendidikan, khususnya pengajaran bahasa Arab:
    a. Sebagai bahan pertimbangan penggunaan informasi atau menentukan langkah-langkah penggunaan modul pembelajaran bahasa Arab untuk sekolah 
  2. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu praktek pengajarran bahasa Arab;
    a. Untuk guru, meningkatkan profesionalisme guru dan supaya guru baharasb bisa meningkatakan memotivasi siswa dalam belajar bahasa Arab.
    b.  Untuk siswa, meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam berbicara bahasa Arab untuk dikembangkan lebih lanjut. 

G. TINJAUAN PUSTAKA 

1. Keterampilan Berbicara 

Keterampilan berbicara adalah kemampuan mengungkapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan pikiran berupa ide, pendapat, keinginan, atau perasaan kepada mitra bicara. Dalam makna yang lebih luas, berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar dan dilihat yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia untuk menyampaikan pikiran dalam rangka memenuhi kebutuhannya. 

Secara umum keterampilan berbicara bertujuan agar para siswa mampu berkomunikasi lisan secara baik dan wajar dengan bahasa yang mereka pelajari. Secara baik dan wajar mengandung arti menyampaikan pesan kepada orang lain dalam cara yang secara sosial dapat diterima. 

2. Metode Muhadatsah 

Metode muhadatsah yaitu cara menyajikan bahasa pelajaran bahasa Arab melalui percakapan, dalam percakapan itu dapat terjadi antara guru dan murid dan antara murid dengan murid sambil menambah dan terus memperkaya pembendaharaan kata-kata yang semakin banyak. 

Pengajaran muhadatsah ini bertujuan untuk; pertama melatih lidah anak didik agar terbiasa dan fasih bercakap-cakap dalam bahasa Arab, kedua terampil berbicara dalam bahasa Arab mengenai kejadian apa saja dalam masyarakat dan dunia internasional, ketiga mampu menerjemahkan percakapan orang lain lewat telepon, radio, tv, tape recorder dan lain-lain, keempat menumbuhkan rasa cinta dan menyenangi bahasa Arab dan Al Quran sehingga timbul kemauan untuk belajar dan mendalaminya. 

3. Motivasi 

Motivasi adalah kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu untuk melakukan suatu kegiatan mencapai tujuan. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan dari luar individu. Terhadap tenaga-tenaga tersebut para ahli memberikan istilah yang berbeda, seperti desakan atau drive, motif atau motive, kebutuhan atau need dan keinginan atau wish[1]. 

Desakan atau drive diartikan sebagai dorongan yang diarahkan kepada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmani. Motif adalah dorongan yang terarah kepada pemenuhan kebutuhan psikis atau rohaniah. Kebutuhan adalah merupakan suatu keadaan dimana individu merasakan adanya kekurangan atau ketiadaan sesuatu yang diperlukannya. Sedangkan wish atau harapan untuk mendapatkan atau memiliki sesuatu yang dibutuhkan. 

Perilaku individu tidak berdiri sendiri, selalu ada hal yang mendorongnya dan tertuju pada suatu tujuan yang ingin dicapainya. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan dari luar individu. Motivasi yang terbentuk dari luar lebih bersifat pada perkembangan kebutuhan psikis atau rohaniah. 

Motivasi ada dua yaitu: 
  1. Motivasi intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam individu sendiri tanpa ada paksaan, dorongan orang lain. Motivasi ini sering disebut motivasi murni. 
  2. Motivasi ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, karena ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain. 

Fungsi motivasi: 

Secara garis besar Oemar Hamalik (1992) menjelaskan ada tiga fungsi motivasi yaitu: 

  1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. 
  2. Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai. 
  3. Menyeleksi perbuatan yakni menentkan perbuatan-perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan denga menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. 

Strategi menumbuhkan motivasi belajar yang dapa dikembangan dalam upaya untuk menumbuhkan dan membangkitkan motivasi belajar siswa dalam proses pembelajaran yaitu: 
  • Menjelaskan tujuan belajar kesiswa 
  • Hadiah 
  • Saingan atau kompetisi 
  • Pujian 
  • Hukuman 
  • Membangkitkan dorangan siwa untu belajar 
  • Membentuk kebiasan belajar yang baik 
  • Membantu kesulitan belajar siswa secara individual maupun kelompok 
  • Menggunakan metode yang bervariasi 
  • Menggunakan media yang baik serta harus sesuai dengan tujuan pembelajaran. 

H. PROSEDUR PENELITIAN 

1. Prosedur penelitian 

Penelitian ini akan dilaksanakan di   SMA Islam ---  ---  yang beralamat di Jln. ---- km.07 --- --- Jawa Barat. Penelitian ini akan dilaksanakan selama empat kali mulai minggu ke-1 dan ke-2 bulan Juni 2012, minggu ke-3 dan ke-4 bulan Juli 2012. 

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa  SMA Islam ---  kelas X sebanyak 40 orang. Laki-laki 27 orang siswa dan perempuan 13 orang siswi. 

a. Perencanaan 

Perencanaan dalam setiap siklus disusun perencanaan pembelajaran untuk perbaikan pembelajaran. Dengan demikian dalam perencanaan bukan hanya berisi tentang tujuan atau kompetensi yang harus dicapai akan tetapi juga harus lebih ditonjolkan perlakuan khususnya oleh guru dalam proses pembelajaran. Perencanaan tahap awal akan dilaksanakan pada minggu pertama pada bulan Juni dengan menyusun strategi untuk menumbuhkan motivasi siswa. 

b. Tindakan 

Tindakan adalah perlakuan yang dilaksanakan oleh guru sesuai dengan fokus masalah. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan guru adalah perlakuan yang dilaksanakan yang diarahkan sesuai dengan perencanaan. 

Langkah yang akan dilakukan dalam metode muhadatsah: 
  1. Mempersiapkan materi muhadatsah dengan matang dan menetapkan topik yang akan disajikan. 
  2. Materi muhadatsah sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. 
  3. Menggunakan alat peraga sebagai alat bantu muhadatsah. 
  4. Menjelaskan arti kata-kata yang terkandung dalam muhadatsah dan menulisnya di papan tulis. 
c. Observasi 

Observasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan tindakan yang telah disusun. Melaui pengumpulan informasi, observer dapat mencatat berbagai kekurangan dan kelebihan dalam proses pembelajaran, sehingga hasilnya dapat dijadikan masukan ketika melakukan refleksi. 


d. Refleksi 

Refleksi adalah aktivitas melihat berbagai kekurangan yang dilaksanakan selama pembelajaran. 

2. Pengumpulan data 

Data yang diperoleh ketika pengumpulan data dipersiapkan dengan matang, dalam penelitian ini akan digunakan beberapa cara untuk mengumpulkan data selama proses penelitian berlangsung, yaitu Observasi partisipatif dan Angket. 

3. Indikator kerja 

Keberhasilan penelitian ini bisa dilihat dari meningkatnya semangat siswa kelas X di  SMA Islam ---   dalam berlatih berbicara bahasa Arab dan prestasi hasil belajar. 

I. PERSONALIA PENELITIAN 

  1. Nama lengkap : Dede Yahya 
  2. NIM : 1209203024 
  3. Jurusan/Prodi : Bahasa/ Pendidikan Bahasa Arab 
  4. Fakultas : Tarbiyah dan Keguruan 
  5. Perguruan Tinggi : ------

J. JADWAL PELAKSANAAN 


No
Kegiatan
Bulan
Juni
Juli
Ke-1
ke-2
ke-3
ke-4
ke-1
ke-2
ke-3
ke-4
1
Perencanaan
-
-
-
-
-
-
-
2
Proses pembelajaran
-
-
-
-
-
-
-
3
Evaluasi
-
-
-
-
-
-
-
4
Pengumpulan Data
-
-
-
-
-
-
5
Penyusunan Hasil
-
-
-
-
-
-
-
6
Pelaporan Hasil
-
-
-
-
-
-
-


K. BIAYA YANG DIUSULKAN 


No
KEGIATAN
BIAYA (Rp)
1
Print dan foto copy
15.000
2
Transportasi
100.000
3
Lain-lain
100.000

Jumlah
215.000



L. DAFTAR PUSTAKA 

  • Sanjaya, wina. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kencana Prenada Media Group 
  • Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya 
  • Sutikno, Sobry. 2008. Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Prospect 
  • Hermawan, Acep. 2011. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 
  • Izzan, Ahmad. 2009. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab.Bandung : Humaniora 
  • Gunawan, Heri. 2011. Dasar-Dasar Metode Research. Bandung: Azfie Media Utama 

Catatan :

Contoh penelitian tindakan kelas ini adalah tugas individu (hasil revisi) dimana sebelumnya saya membuat proposal penelitian tindakan kelas ini mengalami beberapa kesalahan terutama dalam membuat judul PTK. Saran saya silahkan amati contoh proposal ini, koreksi kembali dan sesuaikan dengan kelas yang akan anda teliti.

Untuk masalah yang sedang di alami atau kecenderungan bermsalah dalam kegiatan pemebelajaran harus di buktikan dan dilampirkan dalam proposal seperti daftar hadir siswa dan nilai hasil belajar siswa. Jika Penelitian tindakan kelas ini menggunakan angket maka lampirkan juga contoh angketnya.